Apa yang ingin dibicarakan ayahnya? Kenapa kesannya serius begitu?Tara ترجمه - Apa yang ingin dibicarakan ayahnya? Kenapa kesannya serius begitu?Tara انگلیسی چگونه می گویند

Apa yang ingin dibicarakan ayahnya?

Apa yang ingin dibicarakan ayahnya? Kenapa kesannya serius begitu?
Tara mengikuti ayahnya keluar kelab. Angin bertiup lumayan kencang dan Tara harus merapatkan jaket yang dikenakannya.
“Ada apa, Papa?” tanya Tara penasaran. Mendadak saja ayahnya terlihat lelah. “Papa tidak enak badan?”
Ayahnya menggeleng, lalu bertanya, “Ma chérie, sudah berapa lama kau mengenalnya?” tanya ayahnya.
“Siapa? Tatsuya?” tanya Tara.
Ayahnya mengangguk tidak sabar. “Ya, Tatsuya.”
Wah... kenapa ayahnya tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu? Sepertinya ayahnya ingin tahu lebih banyak tentang Tatsuya. Apakah jelas terlihat kalau Tara tertarik pada Tatsuya? Ia heran karena pertanyaan ayahnya tadi adalah pertanyaan yang umumnya ditanyakan para orangtua begitu mengetahui anak mereka tertarik pada seseorang. Namun Tara memang tidak berniat menyembunyikan apa pun dari ayahnya.
“Oh, belum lama. Dia teman Sebastien dan Sebastien mengenalkannya padaku.” Tara menatap ayahnya dengan mata berbinar-binar. “Menurut Papa bagaimana?”
Ayahnya mengangkat alis. “Apanya?”
“Tatsuya Fujisawa,” sahut Tara. “Menurut Papa bagaimana?”
Ayahnya terlihat agak gugup. “Entahlah... Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”
Tara hanya tersenyum. Sebenarnya ia berharap dalam hati ayahnya sependapat dengannya. Tatsuya laki-laki yang baik dan sopan. Ia yakin ayahnya tidak akan keberatan kalau ia mengakui perasaannya terhadap Tatsuya.
“Ma chérie,” panggil ayahnya dengan nada was-was. “Kau menyukai pemuda itu?”
Tara memandang ayahnya dan menimbang-nimbang. Apakah ayahnya bisa membaca pikirannya? Apakah ia bisa memberitahu ayahnya? Sekarang?
“Ya,” jawab Tara akhirnya. Ia tidak pernah berbohong kepada ayahnya dan ia memutuskan sebaiknya ia mengakui sekarang.
Tara sudah bersiap-siap menghadapi serbuan pertanyaan ayahnya, tapi aneh sekali, ayahnya hanya tertegun mendengar jawabannya. Air mukanya berubah cemas dan gelisah.
“Papa, ada apa?” tanya Tara ketika ayahnya masih tetap diam. Kenapa ayahnya tidka bertanya apa-apa? Ia baru saja mengakui ia menyukai seorang laki-laki dan bukankah sebagai orangtua sudah sewajarnya ayahnya bertanya macam-macam?
“Tidak apa-apa,” gumam ayahnya.
Tara berusaha menebak-nebak apa yang menjadi beban pikiran ayahnya, tapi tidak menemukan alasan apa pun. “Aku dan Tatsuya memang baru saling mengenal,” katanya berusaha menjelaskan lebih jauh, “tapi aku merasa dia orang yang baik dan menyenangkan. Dia tipe laki-laki yang diincar kebanyakan wanita untuk dijadikan suami.”
Tara bermaksud bergurau, tetapi begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, ayahnya terkesiap kaget.
“Kau mau menikah dengannya?” tanya ayahnya dengan nada panik yang tidak dipahami Tara.
Tara mengerjap-ngerjapkan mata dan menggeleng. “Tidak,” jawabnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang memicu reaksi ayahnya. “Aku memang menyukainya, tapi aku tidak sedang merencanakan pernikahan. Kenapa Papa tiba-tiba punya pikiran begitu?”
“Tidak, Papa tidak berpikir seperti itu,” gumam ayahnya cepat-cepat.
Tara menangkap kilatan lega di mata ayahnya dan ia semakin heran.
“Ma chérie,” panggil ayahnya lagi. “Coba jelaskan tentang hubungan kalian berdua kepada Papa.”
Aneh sekali, kenapa ayahnya panik begitu? Apakah ayahnya takut ia akan menikah dengan Tatsuya?
* * *
Tatsuya sama sekali tidak bisa tidur sepanjang malam. Ia hanya duduk diam di pinggir jendela apartemennya dan memandangi Sungai Seine. Jam sudah menunjukkan pukul 02.24 dini hari dan ia tidak mengantuk sedikit pun. Begitu pulang dari La Vue dua jam yang lalu, ia berusaha tidur karena kepalanya berat sekali. Tetapi setelah setengah jam berjuang untuk terlelap dan sia-sia, ia menyerah lalu bangkit dari tempat tidur.
Ia tahu ia harus berpikir, tapi ia tidak ingin berpikir. Kepalanya sakit, pusing, dan berat. Terlalu banyak yang berlalu-lalang di benaknya sampai ia tidak tahu lagi harus berpikir apa. Semakin dipikir, ia semakin tertekan.
Pasti ada kesalahan. Tidak mungkin ia dan Tara punya ayah yang sama. Pasti ada kesalahan....
Tatsuya menarik napas berat, lalu mengembuskannya dengan pelan. Dadanya terasa sakit. Bernapas ternyata bisa juga menyakitkan.
0/5000
از: -
به: -
نتایج (انگلیسی) 1: [کپی کنید]
کپی شد!
Apa yang ingin dibicarakan ayahnya? Kenapa kesannya serius begitu?Tara mengikuti ayahnya keluar kelab. Angin bertiup lumayan kencang dan Tara harus merapatkan jaket yang dikenakannya.“Ada apa, Papa?” tanya Tara penasaran. Mendadak saja ayahnya terlihat lelah. “Papa tidak enak badan?”Ayahnya menggeleng, lalu bertanya, “Ma chérie, sudah berapa lama kau mengenalnya?” tanya ayahnya.“Siapa? Tatsuya?” tanya Tara.Ayahnya mengangguk tidak sabar. “Ya, Tatsuya.”Wah... kenapa ayahnya tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu? Sepertinya ayahnya ingin tahu lebih banyak tentang Tatsuya. Apakah jelas terlihat kalau Tara tertarik pada Tatsuya? Ia heran karena pertanyaan ayahnya tadi adalah pertanyaan yang umumnya ditanyakan para orangtua begitu mengetahui anak mereka tertarik pada seseorang. Namun Tara memang tidak berniat menyembunyikan apa pun dari ayahnya.“Oh, belum lama. Dia teman Sebastien dan Sebastien mengenalkannya padaku.” Tara menatap ayahnya dengan mata berbinar-binar. “Menurut Papa bagaimana?”Ayahnya mengangkat alis. “Apanya?”“Tatsuya Fujisawa,” sahut Tara. “Menurut Papa bagaimana?”Ayahnya terlihat agak gugup. “Entahlah... Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”Tara hanya tersenyum. Sebenarnya ia berharap dalam hati ayahnya sependapat dengannya. Tatsuya laki-laki yang baik dan sopan. Ia yakin ayahnya tidak akan keberatan kalau ia mengakui perasaannya terhadap Tatsuya.“Ma chérie,” panggil ayahnya dengan nada was-was. “Kau menyukai pemuda itu?”Tara memandang ayahnya dan menimbang-nimbang. Apakah ayahnya bisa membaca pikirannya? Apakah ia bisa memberitahu ayahnya? Sekarang?“Ya,” jawab Tara akhirnya. Ia tidak pernah berbohong kepada ayahnya dan ia memutuskan sebaiknya ia mengakui sekarang.Tara sudah bersiap-siap menghadapi serbuan pertanyaan ayahnya, tapi aneh sekali, ayahnya hanya tertegun mendengar jawabannya. Air mukanya berubah cemas dan gelisah.“Papa, ada apa?” tanya Tara ketika ayahnya masih tetap diam. Kenapa ayahnya tidka bertanya apa-apa? Ia baru saja mengakui ia menyukai seorang laki-laki dan bukankah sebagai orangtua sudah sewajarnya ayahnya bertanya macam-macam?“Tidak apa-apa,” gumam ayahnya.Tara berusaha menebak-nebak apa yang menjadi beban pikiran ayahnya, tapi tidak menemukan alasan apa pun. “Aku dan Tatsuya memang baru saling mengenal,” katanya berusaha menjelaskan lebih jauh, “tapi aku merasa dia orang yang baik dan menyenangkan. Dia tipe laki-laki yang diincar kebanyakan wanita untuk dijadikan suami.”Tara bermaksud bergurau, tetapi begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, ayahnya terkesiap kaget.“Kau mau menikah dengannya?” tanya ayahnya dengan nada panik yang tidak dipahami Tara.Tara mengerjap-ngerjapkan mata dan menggeleng. “Tidak,” jawabnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang memicu reaksi ayahnya. “Aku memang menyukainya, tapi aku tidak sedang merencanakan pernikahan. Kenapa Papa tiba-tiba punya pikiran begitu?”“Tidak, Papa tidak berpikir seperti itu,” gumam ayahnya cepat-cepat.
Tara menangkap kilatan lega di mata ayahnya dan ia semakin heran.
“Ma chérie,” panggil ayahnya lagi. “Coba jelaskan tentang hubungan kalian berdua kepada Papa.”
Aneh sekali, kenapa ayahnya panik begitu? Apakah ayahnya takut ia akan menikah dengan Tatsuya?
* * *
Tatsuya sama sekali tidak bisa tidur sepanjang malam. Ia hanya duduk diam di pinggir jendela apartemennya dan memandangi Sungai Seine. Jam sudah menunjukkan pukul 02.24 dini hari dan ia tidak mengantuk sedikit pun. Begitu pulang dari La Vue dua jam yang lalu, ia berusaha tidur karena kepalanya berat sekali. Tetapi setelah setengah jam berjuang untuk terlelap dan sia-sia, ia menyerah lalu bangkit dari tempat tidur.
Ia tahu ia harus berpikir, tapi ia tidak ingin berpikir. Kepalanya sakit, pusing, dan berat. Terlalu banyak yang berlalu-lalang di benaknya sampai ia tidak tahu lagi harus berpikir apa. Semakin dipikir, ia semakin tertekan.
Pasti ada kesalahan. Tidak mungkin ia dan Tara punya ayah yang sama. Pasti ada kesalahan....
Tatsuya menarik napas berat, lalu mengembuskannya dengan pelan. Dadanya terasa sakit. Bernapas ternyata bisa juga menyakitkan.
ترجمه، لطفا صبر کنید ..
نتایج (انگلیسی) 2:[کپی کنید]
کپی شد!
What you want to talk about his father? Why so serious impression?
Tara followed his father out of the club. The wind was blowing pretty hard and Tara had to tighten the jacket he was wearing.
"What is it, Papa?" Asked Tara curious. Suddenly her father looked tired. "Papa unwell?"
His father shook his head, then asked, "Ma cherie, how long have you known him?" His father asked.
"Who? Tatsuya? "Asked Tara.
Her father nodded impatiently. "Yes, Tatsuya."
Gee ... why his father suddenly asked the question? Looks like his father wanted to know more about Tatsuya. Do obvious that Tara attracted to Tatsuya? He was surprised that his questions had been a question that is generally asked of parents know their children so attracted to someone. But Tara did not intend to hide anything from him.
"Oh, not long ago. He and Sebastien Sebastien friend introduced him to me. "Tara looked at him with sparkling eyes. "Papa told me how?"
Her father raised his eyebrows. "What?"
"Tatsuya Fujisawa," said Tara. "Papa told me how?"
He looked a bit nervous. "I do not know ... why suddenly ask that?"
Tara just smiled. Actually he hoped in his heart agree with him. Tatsuya men were kind and courteous. He believed his father would not mind if she admit her feelings for Tatsuya.
"Ma cherie," called his father in a tone of anxiety. "Do you like him?"
Tara looked at her father and weigh. Whether he could read her mind? Would he be able to tell his father? Now?
'Yes,' she said finally. He never lied to her father and she decided she'd better admit right now.
Tara was preparing for an invasion of his questions, but strange, his father just stunned to hear the answer. Her expression turned anxious and nervous.
"Papa, what is it?" Asked Tara when her father remains silent. Why did his father tidka ask anything? He recently admitted she liked a man and not as a parent's natural father ask any questions?
"It's okay," muttered his father.
Tara tried to guess what the burden of his father's mind, but did not find any reason , "I'm new and Tatsuya did know each other," he tried to explain further, "but I feel he is a nice person and fun. He was the kind of man who chased most women to be her husband. "
Tara intends joking, but once the words were out of his mouth, his father gasped.
" You want to marry him? "Her father asked with a tinge of panic is not understood Tara.
Tara blinked and shook his head. "No," he replied. He did not understand what triggered the reaction of his father. "I really liked it, but I'm not planning a wedding. Why Papa suddenly had a thought that? "
" No, Papa do not think like that, "her father muttered quickly.
Tara caught a flash of relief in his eyes and he was increasingly astonished.
" Ma cherie, "called his father again. "Tell me about your relationship to Papa."
How strange, why his father was so panicked? Whether he was afraid she would be married to Tatsuya?
* * *
Tatsuya did not get any sleep all night. He just sat quietly at the edge of the window of his apartment and watched the Seine River. 2:24 o'clock in the morning and he was not sleepy at all. Once the home of La Vue two hours ago, he tried to sleep because his head heavy. But after half an hour struggling to fall asleep and vain, he gave up and got up from the bed.
He knew he had to think, but he did not want to think. Head pain, dizziness, and weight. Too much passing in his mind until he no longer knew what to think. The more you think about, she gets depressed.
There must be a mistake. It is unlikely he and Tara had the same father. There must be a mistake ....
Tatsuya heavy breath, then exhaled slowly. His chest ached. Breathing it can also be painful.
ترجمه، لطفا صبر کنید ..
 
زبانهای دیگر
پشتیبانی ابزار ترجمه: آذرباﻳﺠﺎﻧﻰ, آلبانیایی, آلمانی, اردو, ارمنی, ازبکی, استونيايی, اسلواکی, اسلونیایی, اسپانیایی, اسپرانتو, افریکانس, امهری, اندونزی, انگلیسی, اودیه (اوریه), اویغوری, ايسلندی, اکراينی, ایتالیایی, ایرلندی, ایگبو, باسکی, برمه\u200cای, بلاروسی, بلغاری, بنگالی, بوسنیایی, تاتار, تاجیک, تاميلی, تايلندی, ترکمنی, ترکی استانبولی, تلوگو, جاوه\u200cای, خمری, خوسایی, دانمارکی, روسی, رومانيايی, زولو, ساموایی, سبوانو, سندی, سوئدی, سواهيلی, سوتو, سودانی, سومالیایی, سینهالی, شناسایی زبان, شونا, صربی, عبری, عربی, فارسی, فرانسوی, فريسی, فنلاندی, فیلیپینی, قرقیزی, قزاقی, كرسی, لائوسی, لاتين, لتونيايی, لهستانی, لوگزامبورگی, ليتوانيايی, مائوری, مالايی, مالاگاسی, مالایالمی, مالتی, مجاری, مراتی, مغولی, مقدونيه\u200cای, نروژی, نپالی, هاوایی, هلندی, همونگ, هندی, هوسا, ولزی, ويتنامی, يونانی, پرتغالی, پشتو, پنجابی, چوایی, چک, چینی, چینی سنتی, ژاپنی, کاتالان, کانارا, کرئول هائیتی, کردی, کره\u200cای, کرواتی, کلینگون, کینیارواندا, گاليک اسکاتلندی, گالیسی, گجراتی, گرجی, یدیشی, یوروبایی, ترجمه زبان.

Copyright ©2026 I Love Translation. All reserved.

E-mail: