Seakan memahami apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya, gadis penerj ترجمه - Seakan memahami apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya, gadis penerj انگلیسی چگونه می گویند

Seakan memahami apa yang sedang ber

Seakan memahami apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya, gadis penerjemah itu menghampiri Tara dan menyentuh lengannya.
“Enggak apa-apa,” katanya dalam bahasa Indonesia.
Tara menoleh dan menatapnya heran.
Gadis itu tersenyum. “Tatsuya-san pernah bilang kamu bisa berbahasa Indonesia. Aku harap kamu enggak keberatan. Kupikir lebih nyaman bicara dalam bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris.”
Tara ingat. Tatsuya pernah bercerita tentang tetangganya yang bisa berbahasa Indonesia. Ternyata gadis ini.
“Ayo kita duduk di sana,” ajak gadis itu. Ia menuntun Tara ke bangku tunggu di depan kamar rawat Tatsuya.
Tara menurut tanpa perlawanan. Setelah duduk, ia menoleh ke arah gadis itu. “Pardon... Maaf, aku belum tahu namamu.”
“Oh, aku lupa bilang,” kata gadis itu dan tersenyum meminta maaf. “Namaku Keiko Ishida, tetangga Tatsuya-san. Ayahnya memintaku menelepon kalian waktu itu, sekaligus menjadi penerjemah.”
“Kau tahu... bagaimana keadaan Tatsuya sekarang?” tanya Tara. Ia menyadari suaranya yang bergetar dan tersendat-sendat, tapi ia tidak peduli.
Keiko mengalihkan pandangan dan menarik napas. “Sama sekali enggak baik,” akunya terus terang. “Kecelakaan itu parah sekali. Yang kudengar adalah waktu itu dia sedang mengunjungi lokasi proyek dan terjatuh dari tingkat tiga gedung yang sedang dibangun.”
Tara mengggigil dan memejamkan mata erat-erat. Ia tidak sanggup membayangkan Tatsuya yang terjatuh dari ketinggian seperti itu.
“Sejak terjatuh sampai sekarang, dia belum sadar,” lanjut Keiko. “Kata dokter luka di kepalanya sangat parah. Dia enggak mungkin bisa bertahan lebih dari empat puluh delapan jam. Tapi nyatanya dia bisa. Dia masih bernapas walaupun sudah lewat tiga hari. Dokter juga bingung.”
Tara merasa ada yang meninju jantungnya. Berulang-ulang.
“Dia memang masih bernapas, tetapi masih belum sadar. Dan Dokter sudah berterus terang enggak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Mereka sudah meminta ayah Tatsuya-san bersiap-siap.”
Tara membuka mulutnya dengan takut-takut. “Quoi...? Siap-siap untuk...?”
Pertanyaan bodoh. Apakah ia sungguh ingin mendengar jawabannya?
“Untuk menerima yang terburuk,” sahut Keiko muram.
Udara di sekeliling Tara sepertinya bertambah berat. Lagi-lagi ia kehabisan napas. Ia butuh udara.
“Ayah Tatsuya-san percaya Tatsuya-san sedang menunggu kalian,” kata Keiko. “Karena itulah dia terus bertahan hidup.”
Sebelah tangan Tara terangkat ke dada. Tarik napas... Keluarkan... Tarik... Keluarkan... Air matanya menetes.
“Aku... enggak mau menemuinya,” gumamnya pelan, lalu menghapus air matanya dengan punggung tangan.
Keiko menoleh dan menatapnya dengan heran. “Kenapa?”
“J‟ai peur... Aku takut,” aku Tara. Ia menutup mulutnya dengan tangan dan menggigil lagi.
“Kamu enggak apa-apa?” tanya Keiko cemas.
“Tadi kamu bilang dia sedang menunggu kami,” Tara melanjutkan tanpa menghiraukan pertanyaan Keiko. “Kalau itu benar, apa yang akan terjadi begitu kami bertemu?”
Keiko tidak menjawab. Sepertinya ia tahu ke mana arah pertanyaan Tara.
“Dia akan berhenti menunggu?” tanya Tara.
Keiko belum sempat menjawab, karena saat itu pintu kamar Tatsuya terbuka dan Kenichi Fujisawa melangkah ke luar. Ia berbicara sebentar dengan Keiko, lalu menyerahkan sesuatu kepada gadis itu. Ia menoleh ke arah Tara, tersenyum samar, dan masuk kembali ke kamar.
“Ada apa?” tanya Tara tegang. Ia merasa mulai panik. “Ada yang terjadi?”
Keiko menggeleng cepat. “Enggak, enggak apa-apa. Ayah Tatsuya-san hanya menyuruhku pulang dan istirahat.”
Tara mengembuskan napas pelan. Lega.
“Kamu mau ikut? Tatsuya-san tinggal di gedung apartemen yang sama denganku. Kamu mau melihat apartemennya?”
Tara menatap Keiko. “Boleh?”
Keiko tersenyum dan menunjukkan benda yang diserahkan Kenichi Fujisawa kepadanya tadi. Kunci.
“Ayah Tatsuya-san yang memintaku mengajakmu,” kata Keiko.
* * *
Tara berdiri di depan pintu apartemen Tatsuya. Sendirian. Keiko sudah masuk ke apartemennya sendiri.
“Kalau sudah selesai, aku ada di apartemen sebelah,” kata Keiko sebelum menyerahkan kunci apartemen Tatsuya kepada Tara.
Tara menggenggam erat kunci yang terasa dingin di tangannya. Ia mengumpulkan seluruh tekad dan keberaniannya, lalu memasukkan kunci ke lubang kunci dan memutarnya. Pintu pun terbuka.
Ketika ia melangkah masuk, ia merasa seakan melangkah masuk pribadi Tatsuya. Suasana apartemen Tatsuya meliputi dirinya, membawanya masuk ke kehidupan Tatsuya. Dadanya berdebar-debar dan ia merasa gugup. Ia ingin melihat sendiri bagaimana hidup Tatsuya. Ingin merasakannya. Ia ingin melihat apa yang dilihat Tatsuya, ingin merasakan apa yang diraskaan Tatsuya. Ia ingin memahami Tatsuya.
0/5000
از: -
به: -
نتایج (انگلیسی) 1: [کپی کنید]
کپی شد!
Seeming to understand what is being raged within him, the girl that the translator approaches Tara and touched her arm."Baseball is nothing," he said in the language of Indonesia.Tara turned and stared at him in wonder.The girl smiled. "Tatsuya-san once said you can speak Indonesia. I hope you baseball mind. I think more comfortable talking in the language of Indonesia from the United Kingdom. "Tara recalled. Tatsuya ever told me about her neighbor who can speak Indonesia. It turns out this girl."Let us sit there," invite the girl. He led Tara to the bench in front of the waiting room rawat Tatsuya.Tara did without resistance. After sitting, he turned toward the girl. "Pardon ... Sorry, I don't know your name. ""Oh, I forgot to say," the girl said and smiles apologetically. "My name is Keiko Ishida, Tatsuya neighbors-san. His father told me to call you guys the time, as well as being a translator. ""You know ... how things were Tatsuya now?" asked Tara. She realized that her voice was quivering and trembling voice, but he didn't care.Keiko turned his views and draw breath. "Good baseball at all," he admits candidly. "The accident is severe. I've heard was that time he is visiting the location of the project and has been knocked off the three-level building that is being built. "Tara mengggigil and closed his eyes tightly. He was not able to imagine a drop from a height of Tatsuya as such."Since the fall until now, he has not yet been realized," continued Keiko. "The doctor said the wounds on his head is very severe. He was the baseball might be able to survive more than forty-eight hours. But in fact he can. He's still breathing despite being three days late. Doctors also are confused. "Tara felt that punched his heart. Over and over again."He certainly still breathing, but still not aware. And physicians have already come clean baseball there is more they can do. They've asked the father of Tatsuya-san is getting ready. "Tara opened her mouth with timidly. "Quoi ...? Get ready to ...? "Stupid question. Does he really want to hear the answer?"To accept the worst," said Keiko grim.The air around the Tara seemed to gain weight. Yet again he was out of breath. He needed air."Father of Tatsuya-san believes Tatsuya-san is waiting for you," said Keiko. "That's why he continues to survive."The next hand Tara lifted to chest. Inhale ... Remove the ... Pull the ... Remove the ... His tears dripping."I ... baseball want to see him," she mumbled softly, and then removing her tears with the back of the hand.Keiko turned and stared at him with wonder. "Why?""‟ J ai peur ... I'm scared, "I'm Tara. He closed his mouth with his hand and shivered again."You Nah nothing?" asked Keiko anxious."The Earlier you told me she was waiting for us," Tara continue regardless of the question of Keiko. "If that is true, what will happen once we meet?"Keiko didn't answer. It seemed like he knew where the direction of a question Tara."He's going to stop waiting?" asked Tara.Keiko hasn't had time to answer, because the room door open and Kenichi Tatsuya Fujisawa stepped to the outside. He spoke briefly with Keiko, then handing something to the girl. He turned toward Tara, smiling vaguely, and went back to the room."What is it?" asked Tara tense. He was starting to panic. "Nothing happened?"Keiko shook his head quickly. "Nah, Nah nothing. Tatsuya's father-san just told me to go home and rest. "Tara exhales slowly. Relief."You want to come? Tatsuya-san lives in the same apartment building with me. You want to see her? "Tara looked up at Keiko. "Permissible?"Keiko smiled and shows objects that are submitted to him earlier. Fujisawa Kenichi Key."Father of Tatsuya-san who got me mengajakmu," said Keiko.* * *Tara stands in front of the door of the apartment of Tatsuya. Alone. Keiko already went into his apartment alone."When it's done, I'm in an apartment next door," said Keiko before handing over the keys to the apartment Tatsuya to Tara.Tara grasping tightly lock that feels cold in his hands. He gathered all his courage and determination, and then enter the key into the keyhole and turn it around. Any door is open.When she stepped in, she felt as if private Tatsuya stepped in. The atmosphere of the apartment of Tatsuya covering her, take her entry into the life of Tatsuya. Pounding his chest and he felt nervous. He wanted to see for themselves how life Tatsuya. Want to feel it. He would like to see what is seen Tatsuya, wanting to feel what diraskaan Tatsuya. He wanted to understand Tatsuya.
ترجمه، لطفا صبر کنید ..
 
زبانهای دیگر
پشتیبانی ابزار ترجمه: آذرباﻳﺠﺎﻧﻰ, آلبانیایی, آلمانی, اردو, ارمنی, ازبکی, استونيايی, اسلواکی, اسلونیایی, اسپانیایی, اسپرانتو, افریکانس, امهری, اندونزی, انگلیسی, اودیه (اوریه), اویغوری, ايسلندی, اکراينی, ایتالیایی, ایرلندی, ایگبو, باسکی, برمه\u200cای, بلاروسی, بلغاری, بنگالی, بوسنیایی, تاتار, تاجیک, تاميلی, تايلندی, ترکمنی, ترکی استانبولی, تلوگو, جاوه\u200cای, خمری, خوسایی, دانمارکی, روسی, رومانيايی, زولو, ساموایی, سبوانو, سندی, سوئدی, سواهيلی, سوتو, سودانی, سومالیایی, سینهالی, شناسایی زبان, شونا, صربی, عبری, عربی, فارسی, فرانسوی, فريسی, فنلاندی, فیلیپینی, قرقیزی, قزاقی, كرسی, لائوسی, لاتين, لتونيايی, لهستانی, لوگزامبورگی, ليتوانيايی, مائوری, مالايی, مالاگاسی, مالایالمی, مالتی, مجاری, مراتی, مغولی, مقدونيه\u200cای, نروژی, نپالی, هاوایی, هلندی, همونگ, هندی, هوسا, ولزی, ويتنامی, يونانی, پرتغالی, پشتو, پنجابی, چوایی, چک, چینی, چینی سنتی, ژاپنی, کاتالان, کانارا, کرئول هائیتی, کردی, کره\u200cای, کرواتی, کلینگون, کینیارواندا, گاليک اسکاتلندی, گالیسی, گجراتی, گرجی, یدیشی, یوروبایی, ترجمه زبان.

Copyright ©2026 I Love Translation. All reserved.

E-mail: